MENGINGAT TUHAN DAN MENEBARKAN KEBAIKAN UNTUK MERAIH CITA-CITA/KEINGINAN

Acara  Pisah Sambut yang diselenggarakan oleh Badiklat Dephan menjadikan hikmah bagi kami yang hadir, untuk merenungkan kembali semua perbuatan, ucapan dan sikap di dalam  lingkungan kerja apakah akan memberikan dampak yang baik bagi lingkungan atau malah sebaliknya. Karena bagi seorang pemimpin dalam suatu lingkungan kerja merupakan panutan dan contoh yang akan diikuti oleh para anggotanya atau akankah menjadikan tauladan bagi lingkungan sekitarnya. Seorang pemimpin diharapkan dapat bersikap bijak dan arif dalam mengambil kepusan atau kebijakan karena bagi seorang pemimpin mempunyai kewajiban selain membesarkan/membangun suatu lembaga / instansi  dan juga dapat  memberikan kenyamanan dan ketentraman bagi anggotanya dalam melaksanakan tugas seperti yang selalu dikatakan oleh Mario Teguh  seorang motivator terkenal yang mengungkapkan bahwa  

“ Ujung tertinggi dari cita-cita seseorang harus menyentuh Tuhan dan ujung terendah dari cita-cita harus menyentuh Manusia “. 

Ungkapan tersebut mempunyai makna yang sangat dalam jika kita renungkan dimana setiap manusia jika ingin mendapatkan sesuatu yang diinginkan dapat berjalan dengan baik jika setiap langkah kita untuk meraih cita-cita/keinginan tersebut  tidak terlepas dari mengingat Tuhan karena atas usaha dan kehendakNya dapat kita peroleh, sedangkan sesuatu yang sudah kita peroleh dapat berjalan dengan baik dan langgeng apabila kita selalu dapat memberikan kebaikan kepada orang lain, dan ungkapan lain yang sering kita dengar adalah

“Apa yang kita tanam diawal itupula yang akan  kita penen diakhinya“

setiap orang akan mendapatkan  kabaikan  dari lingkungannya karena kebaikan yang telah ditebarkan, dan seseorang akan memperoleh sesuatu yang tidak menyenangkan/keburukan karena keburukan yang ditebarkan.

Penting bagi kita untuk selalu mengingat Tuhan untuk menambah keimanan dan ketaqwaan  serta dapat  memberikan yang baik di lingkungan kita agar memperoleh hasil yang baik dan dapat meraih cita-cita yang diinginkan, karena setiap orang berharap memperoleh kesan yang baik bagi lingkungan yang ditinggalkannya sehingga orang-orang yang telah ditinggalkan dalam lingkungan tersebut tetap mengenang kebaikannya seperti pepatah yang mengatakan :

Gajah mati meninggalkan gading, macan mati meninggalkan belang

dan manusia mati meninggalkan nama.

Tentunya kita semua berharap memperoleh kebaikan dalam setiap ujung perjalanan kita, semoga kita semua memperoleh kebaikan tersebut dengan selalu mengingat Tuhan dan menebarkan kebaikan, Amin…….

Iklan

2 Responses to MENGINGAT TUHAN DAN MENEBARKAN KEBAIKAN UNTUK MERAIH CITA-CITA/KEINGINAN

  1. erkoritsumeikan berkata:

    Selamat Malam Mbak Tri,

    Informasi yang mbak tri tampilkan diatas menarik untuk dicermati dan diterapkan karena kadang kita memang membutuhkan kata kata pendorong atau pemotivator untuk lebih mempercepat perkembangan atau usaha2 kita untuk keberhasilan dalam kareer ataupun tugas kita.
    Terima kasih motivasinya.

    salam

    erko-pusbasa

  2. utri berkata:

    terima kasih atas kunjunannya, jika tulisan saya bisa menjadi motivasi bagi pembacanya , semoga bermanfaat untuk saya dan juga pembaca sebagai renungan terhadap diri kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: