KEKUATAN IKHLAS MEMANCARKAN VIBRASI KEBAIKAN

Juli 21, 2008

Hari sabtu dan minggu adalah hari libur kerja bagi kami pegawai negeri dan bagi saya adalah hari libur adalah kesempatan untuk bisa memperhatikan beberapa tanaman yang ada diteras rumah dan hari untuk bersih-bersih rumah termasuk, setelah matahari mulai tinggi tetangga kami mengingatkah bahwa hari ini kami  ada undangan untuk menghadiri resepsi pernikahan dari tetangga kami yang beberapa tahun yang lalu telah pindah ke daerah Citayam, jawa barat. Yang unik di tempat kami untuk mengundang suatu acara tidak harus dengan sepucuk undangan resmi, dengan hanya bertemu dan menyampaikan hajat atau dengan menitipkan salam kepada tetangga yang lain jika tidak bertemu secara langsung berarti itu juga suatu undangan.

Saya sepakat dengan beberapa tetangga  lainnya untuk datang menghadiri undangan tersebut dan kami akan berangkat pada pukul 10.30

Dan pada jam yang telah disepakati saya telah siap, kami menghampiri beberapa tetangga yang juga diundang.

Namun ada bebrapa tetangga yang menunda perjalanan karena menunggu putri mereka pulang sekolah, sebagian lagi akan mengajaknya serta.

Dan yang lainnya lagi hanya menitipkan saja pada kami karena mereka ada keperluan lain dan undangan lainnya.

Kami sepakat untuk menggunakan kereta api, untuk menuju ke stasiun kami menggunakan angkutan bajaj karena kami hanya bertiga, saya, tetangga depan rumah biasa dipanggil ibu Sunah dan tetangga di belakang rumah saya ibu nyai dan saya tidak pernah tahu nama asli dari tetangga saya tersebut, tepat pukul 11.00 kami sampai di stasiun ketika saya tanyakan pada penjual loket tentang keberangkatan kereta

“ jam berapa kereta akan datang Pak ? “

“ menurut jadual kereta akan datang lima belas menit lagi” jawab penjaga loket.

Kami berjalan menuju pada jalur kereta yang akan kami naiki, dan nenunggu di tempat yang disediakan penumpang suasana tidak terlalu ramai dan kami berharap kereta datang tepat waktu dan kami akan sampai satu jam kemudian. Sampai waktu yang dikatakan ternyata kereta yang kami tunggu belum datang, sementara kami melihat mulai banyak orang-orang berdatangan dengan tujuan yang sama kami berbincang sambil menunggu kedatangan kereta dan pada pukul 11.25 kereta datang dari arah yang kami tunggu namun kami ber gegas untuk masuk tetapi dari pengeras suara terdengan pengumuman

“ kereta yang akan menuju Bogor tidak dapat melanjutkan perjalanan  hanya sampai manggarai karena akan ada perbaikan di depo Bukitduri dan bagi penumpang yang ada untuk turun dari kereta “

Semua penumpang yang menunggu dan yang turun dari kereta api menghela nafas panjang berarti semua penumpang yang ada akan menumpuk pada kereta yang akan datang kemudian. Kami kembali mundur untuk menunggu namun kali ini kami menunggu tetapi tidak mendapat tempat duduk kerena tempat yang kami tinggalkan telah terisi oleh penumpang yang lain dengan penumpang yang semangkin padat.

Inilah fenomena angkutan masyarakat kecil sebagian mencela kondisi dan pelayanan angkutan umum tersebut, tetapi sebagian besar masyarakat kecil merupakan alat transportasi yang dibutuhkan apapun kondisinya kerena satu-satunya  alat trasnportasi yang terjangkau. Dua puluh menit kemudian kereta yang di tunggu baru datang, semua penumpang yang bertujuan Bogor menaiki kereta tersebut dengan berdesakan, kereta yang kami naiki begitu padatnya dan kami memilih berdiri di depan jendela kereta dengan tujuan agar mendapat tiupan angin jika kereta api berjalan.

Ketika kereta api berjalan lima menit saya teringat dengan buku yang saya baca yang berjudul Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu  buku tersebut menuntun kita untuk mengkondisikan perasaan, hati dan pikiran menjadi senang menerima keadaan  untuk menuju ikhlas sambil kita memohon pertolongan Tuhan, saya berusaha untuk bisa mencapai kondisi tersebut, tiba-tiba dalam waktu sepuluh menit setelah saya berusaha menuju kondisi ikhlas tiga orang di depan saya berdiri dan menyilakan kami untuk duduk karena mereka turun dan  sampai di tujuan. Kejadian tersebut semangkin meyakinkan saya bahwa jika kita menerima keadaan yang kita hadapi dengan nyaman, senang dan ikhlas keadan yang sulit akan terasa ringan kita jalani dan jadilah perjalanan yang melelahkan menjadi begitu ringan dan nyaman untuk  menghadiri resepsi dan  juga kami bersilaturahmi ke beberapa tetangga kami yang juga telah pindah ke daerah tersebut. Kedatangan kami ke rumah eks tetangga kami di Jakarta disambut dengan baik,  terbuka dan menyenangkan, mereka telah mengetahui rencana kedatangan kami dengan menyiapkan beberapa makanan kecil yang telah dibuat sendiri, dan setiap gigitan makanan dan minuman yang kita rasakan menjedi lebih enak dan lezat dibandingkan dengan makanan yang sama yang kita rasakan di tempat lain, karena kekuatan ikhLas telah memberikan vibrasi yang baik dan menyenangkan di sekitarnya..

 

 

Iklan