TRADISI ZIARAH KUBUR MENJELANG BULAN ROMADHON

Menjelang datangnya bulan Suci Ramadhan mendatangi tempat-tempat pemakaman menjadi suatu tradisi bagi masyarakat, dengan tujuan untuk mendoakan arwah keluarga kita yang telah meninggal dunia, begitu juga pemakaman yang ada dijakarta termasuk Taman Makam Pahlawan di Kalibata, kurang satu minggu menjalang bulan Romadhon terlihat ramai dikunjungi oleh sanak keluarga yang ingin mengirimkan doa kepada almarhum. Ziarah kubur menurut ajaran islam merupakan ibadah sunah bagi laki-laki, menurut Hadis Riwadiayat Muslim karya Iman Nawawi terjemahan Riyadhus Sholeh       

Diantaranya adalah :   Siapa saja yang menginkan zarah kubur, maka berziarahlah sesungguhnya ziarah  kubur dapat mengingatkan akhirat “

 

“Nabi sering mengajarkan kepada para sahabat apabila berziarah kubur hendaklah mengucapkan : ASSALAAMUALIKUM AHLAN DIYAARI MINAL MUKMININA WALMUSLIMANA WAINNAA INSYAA ALLAHU BIKUM LAAHIQUUN ASALULLAHA LANAA WALAKUL AAFIYAH “  yang artinya Salam sejahtera semoga terlimpahkan atas kalian penghuni perkampungan/kubur orang-orang muknin dan muslim dan kami insya Allah akan menyusul kalian semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada kami dan kepada kalian.

        Dari Hadis tersebut dapat disimpulkan bahwa mendatangi kubur seperti yang banyak dilakukan oleh masyarakat adalah perbuatan yang baik, jika dilakukan dengan tujuan untuk mendoakan almarhum dan yang utamanya adalah untuk mengingatkan bagi si peziarah (kita yang masih hidup) akan kematian atau tentang kehidupan akhirat yang pasti kita alami, karena kematian adalah resiko dari kehidupan seperti yang telah dinyatakan dalam al-Quran.

 “ Sesungguhnya setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan pada hari kiamat saja diberikan dengan sempurna balasanmu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan kedalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia adalah kesenangan yang memperdaya”(QS 3:185)

” Dan kami tidak menganugerahkan hidup abadi untuk seorang manusiapun sebelum kamu(Muhammad) Apakah jika kamu meninggal dunia mereka akan kekal abadi? “(QS 21:34)

Dengan melakukan ziarah kubur dapat memberikan keyakinan bagi kita  akan datangnya maut bagi setiap jiwa, sehingga  hal tersebut dapat membantu kita mengingat tentang kematian, karena pengaruh terhadap lingkungan akan memberikan dampak pada jiwa kita  semangkin banyak kita terlibat dalam kesenangan semangkin besar pula pengaruh kesenangan itu pada jiwa, sebaliknya semangkin kita sering mengingat akan adanya musibah atau kematian semangkin ringan pula musibah atau kematian yang kita hadapai/pikul.

      Dengan datangnya bulan suci Ramadhan dapat mengingatkan kita akan kematian dan kehidupan di akhirat dengan  Taskiyatun Nafsi (mensucikan jiwa) kita dengan melakukan berbagai amalan ibadah yang dianjurkan bagi setiap muslim yang bertujuan  untuk memperoleh bekal kehidupan diakhirat/kehidupan setelah kematian, hal tersebut juga dianjurkan bagi setiap pegawai Dephan dengan dikeluarkannya Surat telegram nomor : ST/19/2008, tanggal 14 Agustus 2008 tentang Menyambut Bulan Suci Ramadhan, yang berisi antara lain  :

  1. Bagi anggota yang beragama islam untuk melaksanakan ibadah puasa sesuai dengan ketentuan
  2. Meningkatkan kegiatan ibadah dalam rangka memantapkan Iman dan Takwa kepada Allah SWT dengan : melaksanakan Sholat Tarawih, memperbanyak membaca, memahami kandungan Al-Quran, memperbanyak Infak dan Sadaqoh, membayar zakat fitrah, menyantuni masyarakat yang kurang mampu khusnya anak yatim piatu dan putus sekolah, dan melaksanakan sholat Idul Fitri seta memperbanyak silaturahmi.

Semoga pada bulan Ramadhan kali ini kita semua dapat menjalankan amalan ibadah yang diperintahkan bagi umat muslim dengan baik serta memberikan motivasi bagi saya dan pembaca untuk dapat mejalankan semua ibadah yang dianjurkan dengan dengan harapan untuk mendapatkan Ridho Allah SAW dan RahmatNya.

Iklan

2 Responses to TRADISI ZIARAH KUBUR MENJELANG BULAN ROMADHON

  1. cenya95 berkata:

    Berziarah kubur jangan hanya menjelang bulan ramadhan, minimal sebulan sekali. Tujuannya :
    1. mengingat leluhur.
    2. menjaga kubur agar tidak hilang karena siapa tahu, dapat kita tempati tanpa membayar beli tanah (hitung-hitung kost dengan leluhur… 😀 ). hanya uang sewa selama tiga tahun… lumayan khan… 😀
    3. apalagi ya.. *garuk.kepala.com*
    salam

  2. utri berkata:

    trims tanggapannya , tapi ada yang paling utama berziarah yaitu mendoakan almarhum dan khusus untuk ortu yang sudah meninggal doanya tiap saat

    wassalam wr wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: